background

Selamat datang

anda berada di big plural menu karya umar azmar, menu raksasa ini masih dalam pembangunan, nantinya akan berisi shortcut ke laman/postingan2 pilar blog ini. tidak perlu sungkan untuk sobat yang kiranya memiliki saran/kritik :D

Profil Daerah

Kajian Hukum Eksepsi Relatif di Indonesia

Dipublikasikan oleh: -
ketuk palu
Adalah eksepsi yang menyangkut kompetensi relatif untuk menyatakan bahwa suatu Pengadilan Negeri tertentu tidak berwenang untuk mengadili, sebab tempat kedudukan atau obyek sengketa tidak berada dalam wilayah hukum Pegadilan Negeri yang sedang memeriksa atau mengadili perkara tersebut. Eksepsi ini hanya diajukan pada permulaan sidang, yaitu sebelum diajukan jawab menyangkut pokok perkara. Putusan dalam Eksepsi yang menurut pasal 136 HIR berkategori Prosesual ini dituangkan dalam bentuk putusan sela (iterlocutoir).

Eksepsi relatif meliputi :
  1. Declinatoire  Exceptie
  2. Pengadilan tidak mempunyai kewenangan memeriksa perkara atau gugatan bahwa gugatan batal, atas perkara yang pada hakikatnya sama masih dalam proses atau belum ada putusan yang mempunyai kekuatan hukum pasti.

  3. Dilatoire Exceptie
  4. Gugatan belum waktunya jatuh tempo hutang piutang yang diperpanjang jangka waktu pembayarannya atau gugatan sudah diajukan secara prematur.

  5. Premtoire Exceptie
  6. Gugatan atas hutang piutang yang telah dibayar lunas atau dibebaskan dari hutang.

  7. Disqualificatoire Exceptie.
  8. Gugatan diajukan oleh orang yang tidak berhak.

  9. Exceptie Obscuri Libelli
  10. Gugatan karena melawan hak atau tidak beralasan, batas-batas tanah kurang jelas.

  11. Exceptie Plurium Litis Consortium
  12. Kurang lengkapnya tergugat atau ada tergugat lain yang harus ikut dan/atau turut digugat.

  13. Exceptie Non Adimpleti Contractus
  14. Tidak memenuhi kewajiban karena pihak lawan (penggugat) juga tidak memenuhi kewajibannya pula.

  15. Exceptie Rei Judicatie
  16. karena sudah pernah diputus dan berkekuatan hukum tetap nebis in idemAsas yang menyebutkan bahwa terhadap perkara yang sama tidak dapat diadili untuk kedua kalinya dengan subyek, obyek dan alasan yang sama.

  17. Exceptie Van Litispendentie
  18. sepadan dengan declinatoire exceptie - dalam proses - "menggantung" yang belum berkekuatan hukum tetap.

  19. Exceptie Van Connexiteit
  20. Masih ada hubungannya dengan perkara yang masih ditangani oleh pengadilan/instansi lain dan belum ada putusan.

  21. Exceptie Van Beraad
  22. Sepadan dengan dilatoire exceptie - ada perpanjangan dari perjanjian, yang belum jatuh tempo dari suatu perjanjian.

Share artikel ke:
Facebook Twitter Google+ Linkedin Digg

Artikel Terkait

13 komentar

nambah lagi satu ilmu har ini :) makasih infonya

alhamdulillah,... semoga bermanfaat (o)

meskipun gua bingung maksudnya tapi tetep baca sampe selesai..ditunggu postingan selanjutnya gan..

hahaha.. gk usah dipaksa baca sampe habis artikelnyalah klw cm bikin pusing gan.. :) untuk agan/aganwati yang sudi berkomentar sebagai penanda kunjungan kami juga menghadirkan postingan dengan label yg cenderung lebih ringan koq, contohnya (o)

bahasanya kurang paham -_____-
maklum saya kurang gaul.. :-D .

gk butuh "gaul" buat paham sm bahasa diatas koq... :) hehehehe
melainkan iman dan taqwa, itu pun cm dikit klw sekedar untk paham sm bahasa diatas... :-)

Waduh.... korslet saja bacanya....

:d ane sendiri kesetrum waktu bikinnya gan,... :-)

Mungkin perlu ditambahkan sedikit lawakan supaya orang mengerti. =)).

takut kehilangan originalitas nuansa hukumnya,.. hehehe,.. sebagai pengganti, di luar 4 direktori; Budaya, Hukum, Politik, dan Ekonomi... dibuatlah kategori lain (yang bukan merupakan turunan dari 4 direktori tsb) ex: Terkategorikan :>)

Hei, saya tidak sungguh-sungguh soal lawakannya.
=))

- Sopan, Bijak, dan Tidak Menghina.
- Komentar tidak diperkenankan mengandung unsur Promosi (Iklan), Porno, Spam, Sara, dsb.
- Komentar tidak diperbolehkan menyelipkan link aktif.
- Tersedia OOT (Out of topic) untuk komentar diluar topik, komentar tidak sesuai artikel akan dihapus.

Konversi Kode Emoticon OOT Kode Warna

x Back to article